Update terakhir : September 8, 2020

Contoh Karya Ilmiah SMA Tentang Evolusi – Mungkin anda pernah mendengar tentang karya tulis ilmiah?. Biasanya karya tulis ilmiah dibuat untuk memecahkan suatu permasalah yang sedang terjadi. Dalam karya ilmiah ini ditulis berdasarkan penelitian yang dibuat oleh orang tersebut, lalu ditulis kembali sesuai dengan sistematika penulisan karya ilmiah sendiri. Karya tulis ilmiah ini juga diperlombakan oleh para Siswa dan Mahasiswa. Berikut kami akan berikan Contoh Karya Ilmiah SMA Tentang Evolusi untuk anda gunakan sebagai acuan sebelum pembuatan karya ilmiah.

Contoh Karya Ilmiah SMA Tentang Evolusi
Contoh Karya Ilmiah SMA Tentang Evolusi | Image Source : Pexels.com

Karya Tulis Ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu masalah dengan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Pada karya ilmiah ini biasanya berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Perlunya memperhatikan pembuatan karya ilmiah ini yang dilakukan secara runtut dan sistematis.

Pada karya tulis ilmiah ini berisikan 3 struktur didalamnya, yaitu :

1. Pendahuluan

Pada bagiam ini, penulis ilmiah harus mengisikan dasar-dasar penelitian, permasalahan yang diangkat serta mekanisme penyelesaian masalah yang ditulis.

2. Isi dan Pembahasan

Pada bagian isi dan pembahasan berisi satu atau lebih bab. Bab pada bagian ini tergantung dari seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian tersebut.

3. Kesimpulan

Yang terakhir adalah kesimpulan. Kesimpulan merupakan hasil dari pembahasan penelitian tesebut. Kesimpulan dibuat dengan singkat, padat dan jelas berdasarkan hasil penelitian.

4. Daftar Pustaka

Daftar pustaka pada pembuatan karya ilmiah haruslah diisi. Selain kita menulis pada penelitian nyata. Kita juga harus melakukan penelitian lainnya seperti mencari beberapa konten pada buku dan internet. Maka dari itu, dalam pembuatan karya ilmiah haruslah berisikan daftar pustaka. Selain itu, agar pembaca juga mengetahui sumber-surber karya ilmiah yang dibuat.

Ciri-ciri Karya Ilmiah

Ada beberapa ciri-ciri dari sebuah karya ilmiah ini. Sangat penting untuk anda ketahui sebelum anda menulis karya ilmah agar tidak menepukan kesalahan dalam penulisan hasil penelitian. Adapun beberapa ciri-cirinya sebagai berikut :

1. Menggunakan bahasa yang baku

Dalam penulisan karya ilmiah, pentingnya untuk menggunakan bahasa yang baku agar mudah dimengerti. Penggunaan bahasa baku digunakan pada setiap aspek pada penulisan. Mulai dari penulisan sumber hingga penulisan kesimpulan menggunakan bahasa baku.

2. Menggunakan kaidah-kaidah keilmuan

Penulisan harus menggunakan istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Bertujuan untuk menunjukan bahwa penulis atau peneliti mempunyai kapabilitas pada kajian yang dibahas dalam karya imliah tersebut.

3. Penggunaan kalimat efektif

Dengan penggunaan kalimat efektif yang digukan agar si pembaca dapat mengerti pada penjelasan karya ilmiah tersebut. Agar apa yang ditulis pada karya ilmiah tersebut tidak membuat si pembaca kebingungan tentang pembahasan si penulis.

4. Reproduktif

Penulis atau peneliti harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Sehingga pembaca harus langsung memahami konten didalamnya.

5. Tidak ambigu

Artinya sebuah karya harus memberikan pemahaman secara detail dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan.

6. Tidak emotif

Karya ilmiah tidak berisikan tentang perasaan dari penulisnya. Karena karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapat dari hasil penelitian bukan dari perasaan sang penulis.

7. Bersifat dekoratif

Karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata-kata yang memiliki satu makna. Karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh tanpa membingungkan sedikitpun.

8. Terdapat kohesi

Karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian. Pada setiap babnya harus memiliki alur logika yang saling bersambung dan penyampaiannya harus tepat sasaran.

9. Bersifat objektif

Salah satu hal yang sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat berdasarkan perasaan sang penulis. Karena karya ini menjelaskan tentang data serta fakta-fakta dari hasil penelitian.

Sekian pengertian karya ilmiah dan ciri-ciri karya ilmiah yang harus kalian mengerti sebelum menulis karya ilmiah. Berikut kami akan berikan contoh Contoh Karya Ilmiah SMA Tentang Evolusi Yang Baik dan Benar untuk anda sebagai acuan sebelum membuat karya ilmiah.

Contoh Karya Ilmiah SMA Tentang Evolusi

Mengulas Tentang Teori Evolusi

Dari Para Ahli

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lingkungan hidup yang ada di bumi mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Seiring dengan perubahan lingkungan tersebut, terjadi pula perubahan pada makhluk hidup. Perubahan-perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dipelajari dari zaman ke zaman dalam suatu teori yang disebut teori evolusi.

Sejak abad ke-16 SM, banyak ahli yang telah berusaha mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul berbagai makhluk hidup yang ada di dunia dan banyak pendapat mereka menjadi fondasi teori evolusi.

Teori evolusi masih dipertentangkan hingga saat ini. Banyak teori yang telah dikemukakan para ahli, namun belum ada satu teoripun yang mampu menjawab tentang semua fakta dan fenomena sejarah perkembangan makhluk hidup.

 

 

B. Rumusan Masalah

a)      Apa pengertian evolusi ?

b)       Siapa saja para ahli yang mencetus tentang teori evolusi ?

c)      Apa saja yang menjadi penentangan terhapad teori evolusi ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Evolusi

            Lingkungan hidup yang ada dibumi mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Seiring dengan perubahan lingkungan tersebut, terjadi pula perubahan pada makhluk hidup. Perubahan-perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dari zaman ke zaman dipelajari dalam suatu teori yang disebut teori evolusi.(D.A.Pratiwi, dkk , 2012)

Evolusi juga berarti proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun. Evolusi secara umum tidak dapat terlepas dari kehidupan masa lampau. Hal yang saat ini merupakan hasil dari proses masa lampau. Evolusi juga berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.(chelsiekr.blogspot.com)

 

Pencetus-Pencetus Teori Evolusi

  1. Lamarck

Jean Baptiste de Lamarck (1744-1892) ialah seorang ahli biologi Prancis yang menjelaskan bahwa evolusi berdasarkan suatu gagasan bahwa perubahan pada suatu individu disebabkan oleh lingkungan dan bersifat diturunkan, disebut teori Lamarckisme. (D.A.Pratiwi, dkk , 2012 )

 

  1. Charles Darwin

Charles Robert Darwin (1809-1882) adalah seorang peminat ilmu alam dari inggris. Pada tahun 1831, ia mengikuti pelayaran HMS Beagle untuk memetakan jalur pelayaran. Selama pelayaran, Darwin banyak mendapat fosil, batuan dan berbagai makhluk hidup. Ketika sampai di kepulauan Galapagos, Darwin menjumpai berbagai macam  makhluk yang menarik perhatiannya, terutama burung-burung Finch. Burung Finch banyak juga ditemukan di Inggris, namun burung Finch yang terdapat di Galapagos memiliki bentuk paru yang beragam. Darwin menyadari bahwa struktur yang bervariasi ini karena terbentuk karena adaptasi lingkungan tertentu. Darwin meyakini bahwa struktur paru burung Finch bersesuaian dengan keanekaragaman makanan yang tersedia. Selain burung Finch, Darwin juga mengamati kura-kura raksasa. kedua kura-kura ini memiliki sedikit perbedaan morfologi yang disebabkan oleh perbedaan habitat. dari pengamatannya, Darwin memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu :

  1. a) Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi sifatnya dapat diturunkan. Tidak ada dua individu yang sama persis dalam suatu spesies (kecuali kembar identik)
  2. b) Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup mampu berkembangbiak. Untuk berkembangbiak perlu adanya makanan yang cukup. Dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak dari pada yang dapat bertahan hidup.
  3. c) Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.
  4. d) Individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
  5. e) Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan tertentu.
  6. f) Akibat dari seleksi lingkungan tersebut, hanya individu yang adaptif terhadapa lingkungan yang dapat hidup dan menurunkan sifat adaptif tersebut. Seleksi alam akhirnya akan mengubah sifat dalam populasi, bahkan menghasilkan spesies baru. (blogspot.com)

 

  1. Teori evolusi Aristoteles (384-322 SM).

Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. . (chelsiekr.blogspot.com)

 

  1. Teori evolusi Anaximander (500 SM0.

Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi. (chelsiekr.blogspot.com)

 

  1. Teori evolusi Erasmus Darwin (1731-1802).

Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.(chelsiekr.blogspot.com)

 

  1. Teori evolusi Sir Charles Lyell (1797-1875).

Lyell adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkenal berjudul Principles of Geology. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama. (chelsiekr.blogspot.com)

 

  1. Alfred Russel Wallace (1923-1913

Mengembangkan teori yang serupa dengan teori Darwin. Dasar teori Wallace adalah penelitian biologi perbandingan di Brasilia dan Hindia Belanda (sekarang di Indonesia), dan Malaya. Buku penelitinnya berjudul “On the tendency of varieties to depart indefinitely from the original type”. Teorinya sama dengan yang dikembangkan Darwin. (chelsiekr.blogspot.com)

 

  1. James Hutton (1726-1797)

Mengemukakan teori gradualisme, yang menyebutkan bahwa bentuk bumi dan lapisan-lapisannya merupakan hasil perubahan yang berlangsung secara bertahap, terus menerus, dan lamabat (dalam waktu lama) . (chelsiekr.blogspot.com)

 

Penentangan Terhadap Evolusi

  1. Evolusi hanyalah teori dan bukannya fakta

Para pengkritik evolusi seringkali menekankan bahwa evolusi “hanyalah sebuah teori”, dengan tujuan menyiratkan bahwa evolusi itu sendiri belum terbukti, ataupun evolusi itu adalah opini dan bukan fakta ataupun bukti. Hal ini mencerminkan kesalahpahaman pada pengertian teori dalam konteks ilmiah: manakala pada percakapan sehari-hari teori adalah konjektur dan spekulasi, pada ilmu pengetahuan, teori adalah penjelasan ataupun model yang dapat membuat prediksi yang dapat diuji. Ketika evolusi dirujuk sebagai teori, ia merujuk pada penjelasan terhadap keanekaragaman spesies dan leluhur-leluhurnya. Contoh evolusi sebagai teori adalah sintesis modern seleksi alam Darwin dan pewarisan Mendel. Sebagaimana dengan teori ilmiah, sintesis modern terus-menerus diperdebatkan, diuji, dan diperbaiki oleh para ilmuwan. Terdapat konsensus yang sangat besar di kalangan ilmuwan bahwa sintesis evolusi modern merupakan satu-satunya model kuat yang dapat menjelaskan fakta-fakta mengenai evolusi. Pada kritikus juga menyatakan bahwa evolusi bukanlah fakta. Dalam ilmu pengetahuan, sebuah fakta adalah pemantauan empiris yang telah diverifikasi; dalam konteks percakapan sehari-hari, fakta dapat merujuk pada apapun yang memiliki bukti yang sangat banyak. Sebagai contoh, dalam penggunaan sehari-hari, teori seperti “Bumi mengelilingi Matahari” dan “benda jatuh oleh karena gravitasi” dapat dirujuk sebagai “fakta”, walaupun mereka sebenarnya hanyalah murni teoretis. Dari sudut pandang ilmiah, evolusi dapat disebut sebagai “fakta” sama seperti gravitasi adalah fakta sesuai dengan definisi ilmiah evolusi bahwa evolusi adalah proses perubahan genetika yang terpantau terjadi di suatu populasi dari waktu ke waktu. Menurut definisi sehari-hari pun, teori evolusi dapat juga disebut sebagai fakta, jika kita merujuk pada status teori evolusi sebagai teori yang sudah berkembang dengan baik. Sehingga, evolusi secara luas dianggap sebagai baik teori dan fakta oleh para ilmuwan. Kerancuan yang sama juga terjadi pada keberatan bahwa evolusi “belum terbukti”; pembuktian secara cermat hanyalah dimungkinkan dalam bidang matematika dan logika, dan tidak dimungkinkan dalam ilmu pengetahuan (di mana istilah yang tepat adalah “memvalidasi”). Dalam hal ini, adalah benar bahwa evolusi hanyalah disebut sebagai “teori” dan bukanlah “teorema”. Kerancuan dapat terjadi apabila pengertian sehari-hari terhadap kata pembuktian (proof) disamaartikan dengan “bukti” (evidence). Perbedaan ini merupakan salah satu bagian penting dalamfilosofi sains, karena ia berhubungan dengan ketiadaan kepastian absolut pada semua klaim empiris, dan bukan hanya pada evolusi. (chelsiekr.blogspot.com)

 

BAB III

KESIMPULAN

Evolusi  juga berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. Para pengkritik evolusi seringkali menekankan bahwa evolusi “hanyalah sebuah teori”, dengan tujuan menyiratkan bahwa evolusi itu sendiri belum terbukti, ataupun evolusi itu adalah opini dan bukan fakta ataupun bukti.Dan para ahli yang mengemukakan tentang teori evolusi yaitu : Jean Baptiste de Lamarck, Charles Robert Darwin, Aristoteles, Anaximander, Erasmus Darwin, Sir Charles Lyell, Alfred Russel Wallace, James Hutton. Charles Darwin adalah seorang pencetus teori evolusi yang hingga saat ini teorinya masih digunakan. Dalam bukunya ia menuliskan pokok-pokok evolusi :

  1. Makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk sebelumnya
  2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam

 

 

Daftar Pustaka

  • chelsiekr.blogspot.com
  • Pratiwi. D.A, dkk.2012.Biologi Untuk SMA/MA kelas XII.Jakarta:Penerbit Erlangga
  • http://mediainstanbelajar.blogspot.co.id/2017/04/makalah-biologi-evolusi-materi-sekolah.html

Sekian Contoh Karya Ilmiah SMA Tentang Evolusi Yang Baik dan Benar. Semoga bermanfaat dan semoga bisa menjadi acuan sebelum anda menulis karya ilmiah. Lihat juga artikel kami tentang 5 Contoh Karya Ilmiah Singkat Yang Baik Dan Benar.