Mohon Menunggu...
Anda akan diarahkan ke website

Icon Website Rajaloker.id

Menulis Riwayat Pekerjaan Pada CV Beserta Contoh

Menulis Riwayat Pekerjaan Pada CV Beserta Contoh – Pengalaman kerja yang kamu miliki memang menjadi pertimbangan utama perusahaan untuk menerima kamu. Namun, cara menulis pengalaman kerja di CVmu juga akan menentukan langkahmu kedepan.

Setiap orang tentu memiliki pengalaman untuk dibagikan dan setiap pengalaman tersebut tentu memberikan nilai tambah dalam kehidupan seseorang. Namun tidak semua pengalaman tersebut perlu untuk kamu tulis dalam CV.

Banyak orang seringkali melakukan kesalahan pada saat menuliskan riwayat pekerjaan mereka, dan berbagai kesalahan penulisan urutan riwayat pekerjaan pada CV tersebut terkadang merupakan alasan utama mengapa kamu tidak mencapai tahap interview. 

Baca juga : Menulis Riwayat Pendidikan Pada CV

Menulis pengalaman kerja di CV tidak bisa dilakukan asal-asalan. Kamu harus memilih pengalaman mana saja yang dapat menambah nilai dan sesuai posisi yang kamu lamar. Kalau kamu masih bingung bagaimana cara menulis urutan riwayat pekerjaan pada CV, yuk simak informasi berikut !

Tips Menulis Riwayat Pekerjaan Pada CV

Sebelum masuk ke contoh penulisan, kita simak dulu yuk beberapa tips menuliskan urutan riwayat pekerjaan pada CV berikut ini!

1. Pengalaman terbaru ditulis di paling atas

Pertama, tuliskan pengalaman kerja dengan format kronologi terbalik. Kronologi terbalik adalah menceritakan pengalaman dari akhir ke awal. Jadi, pengalaman terbaru di tulis di paling atas dan pengalaman yang lebih awal ditulis di bawahnya.

Misalnya, kamu pernah kerja di 3 perusahaan pada tahun 2018, 2020, dan 2021. Maka, pengalaman di tahun 2021 dituliskan di paling atas, lalu 2020 di urutan kedua, dan 2018 terakhir. Menulis pengalaman dengan format ini membantu perekrut melihat pengalaman kerja terbaru dan paling relevan dengan posisi yang dilamar.

Contoh:

Dwi, pernah bekerja sebagai Copywriter pada tahun 2018-2020, dan menjadi Social Media Specialist pada tahun 2020 sampai saat ini. Maka penulisan dengan kronologi terbalik adalah sebagai berikut:

PT BAHAGIA SELALU, Surabaya

Social Media Specialist

2020 – Saat ini

  • Melakukan riset mendalam untuk sumber konten yang kredibel
  • Membuat perencanaan konten bulanan untuk Instagram, TikTok, dan YouTube
  • Bekerja sama dengan tim design dalam pembuatan visual asset untuk diunggah di media sosial

PT SATU DUA TIGA, Semarang

Copywriter

2018-2020

  • Membuat copy untuk tagline, iklan, dan konten Instagram, TikTok, serta LinkedIn
  • Bekerja sama dengan tim pemasaran dan brand creation untuk mengembangkan strategi promosi yang efektif
  • Meningkatkan Instagram engagement rate sebesar 20% dalam waktu satu bulan

Nah, kurang lebih penulisannya seperti contoh di atas. Jadi, pengalaman bekerja terbaru ditulis di paling atas ya. Lalu pengalaman sebelumnya mengikuti di bawahnya.

2. Tulis pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar

Bagi kamu yang sudah lama bekerja dan memiliki pengalaman yang banyak, mungkin kamu berpikir untuk menulis semuanya. Namun, tidak semua pengalaman kerja harus kamu tulis di CV. Lalu, berapa banyak pengalaman yang harus ditulis? Tulis pengalaman terbaru dan relevan dengan lowongan atau posisi yang kamu lamar agar memberikan nilai tambah dan CV-mu tidak terlalu penuh.

Misalnya, kamu memiliki 6 pengalaman kerja yang berbeda, coba pilih dan tuliskan pengalaman kerja yang terbaru dan paling relevan dengan posisi yang kamu lamar. Misal dari 6, ternyata ada 3 pengalaman yang cocok, maka kamu cukup menuliskan 3 saja.

Perekrut atau HRD tidak membaca CV kita secara mendalam, tapi secara singkat untuk mendapat informasi yang dibutuhkan. Dari satu iklan lowongan pekerjaan saja, HRD bisa menerima ratusan CV. Karena ada banyak CV yang harus direview, jadi mereka membacanya dengan cepat, karena itu, tidak perlu menulis semua pengalaman di CV.

3. Tuliskan deskripsi pekerjaan dengan bullet point

Saat menuliskan deskripsi pekerjaan, lebih baik kamu menulisnya dengan bullet point, bukan paragraf. Banyak orang yang menulis deskripsi pekerjaan mereka dalam bentuk paragraf sehingga terlihat panjang dan bertele-tele. Selain itu, HRD juga sulit memahami deskripsi tersebut.

Maka dari itu, lebih baik jika menulisnya dalam bentuk poin-poin yang ringkas, jelas, dan mudah dimengerti HRD.

Dari satu job title, mungkin kamu melakukan berbagai pekerjaan, namun tidak perlu menulis semua deskripsi pekerjaan di CV.  Kamu bisa menuliskan 3-6 bullet point untuk setiap pengalaman kerja yang kamu tulis, jangan terlalu sedikit tapi jangan terlalu banyak.

Contoh menceritakan deskripsi pekerjaan dalam bullet point:

  • Membuat 10 aplikasi dalam 1 tahun
  • Mengembangkan strategi pemasaran baru dan meningkatkan penjualan sebesar 15% pada Q1
  • Menulis 15 artikel yang SEO friendly setiap minggu

Tuliskan kata-kata kunci yang menarik perhatian perekrut dalam setiap deskripsi pekerjaan. Misalnya: Membuat, meningkatkan, mengembangkan, menganalisis, dan lainnya. Sertakan juga pekerjaan yang memiliki hasil terukur dengan angka untuk menonjolkan pencapaianmu.

Menulis Riwayat Pekerjaan Pada CV
Ilustrasi Menulis Riwayat Pekerjaan Pada CV | Image Source : iStockphoto.com

4. Cek kembali detail penulisan

Ketika sudah selesai menuliskan semua pengalaman di CV yang kamu buat, jangan lupa untuk mengecek lagi semuanya ya. Pastikan kalimat yang kamu tuliskan mudah dimengerti dan tidak ada kesalahan penulisan atau typo. Ini juga bisa menunjukkan kalau kamu adalah calon karyawan yang rapi dan teliti.

5. Tulis dengan jujur

Setiap orang tentu ingin menulis CV yang menarik dan terlihat sempurna agar kesempatan diterima di pekerjaan yang kamu impikan semakin besar. Tapi, nggak perlu berbohong dalam menulis pengalaman kerjamu dan informasi lainnya di CV. Jika HRD atau perekrut tahu kamu memalsukan pengalaman atau tahun bekerja, maka kamu bisa gagal untuk diterima di perusahaan tersebut dan merusak reputasimu. Maka dari itu, tuliskan pengalaman kerja tersebut dengan jujur, ya.

Mungkin ada yang bertanya-tanya. Bagaimana dengan fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja sama sekali?

Jangan khawatir, jika kamu adalah fresh graduate yang belum memiliki pengalaman, kamu bisa menulis pengalaman lain. Kamu tentu memiliki pengalaman organisasi atau magang, KKN atau PKL, kan? Nah, kamu bisa kok menceritakan pengalaman saat magang (internship) di kolom pengalaman kerja dalam CV. Tapi, jangan lupa untuk menuliskan posisi kamu sebagai intern ya.

Kalau kamu nggak pernah magang, kamu juga bisa menuliskan pengalaman organisasi yang kamu miliki saat kuliah atau SMA/SMK. Pengalaman organisasi juga bisa menjelaskan kemampuan yang kamu miliki seperti leadership, komunikasi, perencanaan, teamwork, dan lainnya.

Demikian artikel Menulis Riwayat Pekerjaan Pada CV Beserta Contoh, Semoga dapat membantu dan memberikan informasi tambahan bagi kamu yang membutuhkan. Semoga Berhasil !

Bagikan Yuk :

Cek Lowongan Kerja Terbaru

Pembayaran

  • Pembayaran dengan Bank BCA
  • Pembayaran dengan OVO
  • Pembayaran dengan GoPay
  • Pembayaran dengan Shopee Pay
  • Pembayaran dengan DANA
  • Pembayaran dengan LinkAja
  • Pembayaran dengan Qris
  • Pembayaran dengan AlfaMart
  • Pembayaran dengan AlfaMidi
  • Pembayaran dengan DanDan
  • Pembayaran dengan Bank Mandiri
  • Pembayaran dengan Bank Permata
  • Pembayaran dengan Bank BRI
  • Pembayaran dengan Bank BNI